Kabut asap, ya tiap tahun hal itu selalu menjadi langganan di Provinsi Riau. Akhir-akhir ini sudah hampir di semua media, baik cetak maupun elektronik semua sama-sama memberitakan kabut asap di Riau. Memang, selama perkebunan sawit masih mendominasi Riau bukan tidak mungkin hal yang sama terus berulang kembali setiap tahunnya.
![]() |
Titik api di Riau |
Pihak yang berwenang seakan kalah dengan pemilik modal yang ada di Riau. Hampir setiap hari dimana-mana terdapat pembakaran lahan untuk membuka lahan baru sebagai perkebunan sawit. Memang 3/4 perkebunan sawit di Indonesia ada di Riau, dan ini menjadi dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, hal ini merupakan sumber pemasukan bagi Riau. Tetapi di satu sisi, untuk pembukaan lahan baru, seringkali digunakan cara-cara yang dianggap "instan" seperti pembakaran lahan lama untuk membuka lahan baru.
![]() |
"Welcome to Pekanbaru" |
Beberapa hari ini, tepatnya 3 hari terakhir Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru resmi ditutup untuk penerbangan domestik maupun internasional. Tentu ini merupakan suatu pukulan telak bagi kota Pekanbaru dan juga bagi Riau secara umum. Bahkan jarak pandang di Riau saat ini mencapau 50 meter.
![]() |
Suasana lalu lintas di kota Pekanbaru saat kabut asap |
![]() |
Perpustakaan Soeman H S tertutup asap |
Sebagai orang yang pernah tinggal dan merasakan kabut asap di Riau (khususnya Pekanbaru), saya sendiri merasa miris melihat keadaan Riau saat ini. Bahkan kabut asap Riau ini sudah mengganggu udara di berbagai Provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga yang terbaru saat ini Bengkulu. Dulu, sewaktu tinggal di Pekanbaru (Riau), saya sendiri merasakan kabut asap yang tidak separah saat ini.
![]() |
@Kost Idayu, Pekanbaru saat kabut asap |
Semoga ini kejadian terakhir di Pekanbaru dan Riau dan jangan terulang kembali di masa yang akan datang. Dan untuk pihak yang berkepentingan, mohon hal ini dijadikan pelajaran ke depannya untuk lebih menyehatkan kota Pekanbaru maupun Riau secara umum. #Pray for Pekanbaru #Save Riau #2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar